Tuesday, August 30, 2016

Pendakian Gunung Slamet

XPDC GUNUNG SLAMET
27-31 Juli 2016



Saatnya refreshing.
Kali ini ke Gunung Slamet, Purbalingga, Jawa Tengah.

Yang akan dishare disini bukan hanya info tentang Gunung Slamet, tapi tentang apa yang gue rasakan sekaligus berniat memperpanjang umur kenangan ke Gunung Slamet kemarin.

Berawal dari bukber Coventure di kontrakan Iman, rasanya kurang afdol kalo kumpul ga disertakan rencana liburan. Sampe pada akhirnya, Gibran ngasih liat kita video pendakian ke Gunung Slamet. Dia bilang "Temen gue yang pemula aja bisa pertama kali nanjak ke Gunung Slamet". And finally.. setelah berebut hari, we got the date.

Rabu-Minggu, 27-31 Juli 2016.
FIX kita ke Gunung Slamet beranggotakan 14 orang

Perjalanan dimulai Rabu malam jam 21.00 naik kereta Serayu menuju stasiun Purwokerto seharga Rp 67.000. Kurang lebih kita menghabiskan waktu di kereta selama 11 jam dan tiba di Purwokerto hari Kamis, pukul 08.00. Selanjutnya kami ber-14 nyarter Xenia 2 biji seharga Rp 45.000/orang. Karna kata supirnya gaada kendaraan lagi buat menuju ke basecamp selain mobil.

Selama kurang lebih 1 jam perjalanan di mobil, melewati pemukiman warga, asrinya hutan pinus, jalan di pinggir jurang, dan sampailah kami di di Basecamp Gunung Slamet, dan bayar simaksi sebesar Rp 5.000. Di basecamp kita istirahat nunggu zuhur, kita makan, packing, foto-foto, jajan, dll.

13.00 hampir tiba!
Kami kumpul untuk stretching, briefing, sekaligus berdoa bersama. Tepat jam 1 siang kita mulai pendakian dan berharap cepat sampai di pos 1.
Tapi apa? Lama juga ya.


[POS 1 - Pondok Gembirung, 1937 mdpl]
Pendakian dimulai dengan menyusuri perkebunan penduduk di jalan setapak. Kita sampai di Pos 1 pukul 15.20. Nah di pos 1 ada Shelter buat istirahat dan sholat. Di situ juga ada Ibu2 jual gorengan, semangka, minuman, makanan, wah mantep deh! Sayangnya gaada bakso, mie ayam, nasi goreng..  hmm.
Kurang lebih 30 menit ngedekem di pos 1, kita lanjut jalan menuju pos selanjutnya.
POS 1

POS 1 tampak kiri

POS 1 dari depan

[POS 2 - Pondok Walang, 2256 mdpl]
Jalur menuju pos 2 sudah mulai masuk ke area hutan dengan jalur yang tertutup pepohonan rapat. Tersadar sadar.. Perjalanan ke pos 2 kok lama ya? Entah kita yang jalannya lama karena ber-14 atau karna emang kita jalannnya lama? Idunno. Dan tiba2 kami sampai di Pos 2 sekitar pukul 17.30. Berhubung hari mulai gelap, sempet bingung pilih ngecamp disini atau lanjut ke Pos 3. Dan akhirnya kita pilih.. lanjut!

Sempet berenti sekitar 20 menit saat azan maghrib berkumandang, sekalian persiapan ngeluarin headlamp buat di perjalanan. Ssst, karena sudah maghrib dan gelap, hati-hati ya.

Nah ini POS 2, hampir gelap

Ngeblur karna dari pidio hehe



[POS 3 - Pondok Cemara, 2510 mdpl]
Pos 3 muncul tiba-tiba disaat kami hampir putus asa, dan itu sekitar pukul 19.30. What a time, guys. Tau kan rasanya nanjak malem2? Buru-buru deh bergegas si cowok2 diriin tenda, dan cewek2 persiapin makan malem.
Ngecamp lah kita.
Dan apa?
Ujan!
Langit yang tadinya cerah kebangetan, sampe milky way aja keliatan, gokil, dan hujan.
Oiya,
Ada yang lucu waktu ngecamp, kami bangun 4 tenda untuk 14 orang. Dan di tenda Iman, si Dicky ngigo!
Sekitar jam 5.30 pagi, Dicky teriak "TOLOOONG!", dan beruntungnya gaada pendaki lain yang nge camp selain kita yang bakal dibuat panik sama ulahnya. Tapi bukan Dicky kalo ngga ngigo di Jawa Tengah (katanya) hehe.

Pukul 10.00 kami packing, dan bersiap menuju pos selanjutnya.
Pondok Cemara

Berasa milik sendiri ya hehe

Isi tenaga sebelum lanjut ke POS 4


[POS 4 – Pondok Samaranthu, 2688 mdpl]
Finally this is Samaranthu, pos paling seram yang ada di Gunung Slamet. Konon katanya sebaiknya tidak ngecamp di pos ini dikarenakan asal usul nama Samaranthu itu. So, we just took picture as possible. Namanya juga Coventure, setiap momen itu kudu diabadiin
Hutan semua..

Ada 1 pohon besar yang bisa buat tidur2an disini

Ini Bang Dicky lagi galau di sisi sebelah

Abang-abang gunung


[POS 5 – Samyang Rangkah, 2792 mdpl]
Kurang lebih 1 jam perjalanan kami sampe di pos 5, dan disana kami bertemu dengan pendaki yang lain. Ternyata mereka ngecamp di Pos 5, memang pos 5 menjadi salah satu tempat favorit pendaki buat bermalam. Di pos ini ada sumber mata air yang bisa diambil airnya, dan kita ambil berbotol-botol buat persiapan sampe summit dan turun lagi sampe pos ini. Oh no, siapa yang rela kerilnya ditambah air berliter liter lagi? Semuanya rela kok, demi kalian biar bisa bertahan hidup sampe pulang.

Pendaki lain ngecamp nya disini

Di POS 5

Rame ya:)


[POS 6 – Samyang Ketebonan, 2800 mdpl]
Menuju Pos 6 jalan semakin nanjak dan tidak lama, tiba-tiba kami ada di tanah lapang yang ada tulisan “Samyang Ketebonan”. Vegetasi nya udah mulai berkurang dan how happy we are! Walaupun belum terlalu capek, tapi apa daya quotes Iman mengatakan ‘istirahatlah walaupun hanya sebentar’

Istirahat 5 menit aja kok

Menuju POS 7 kalian akan lewatin ini


[POS 7 – Samyang Kendit, 3040 mdpl]
POS TUJUH yang kami tunggu-tunggu!
Oh Samyang, sungguh kami sangat ingin menggapaimu dan we did it! (Oke lebay). Tapi memang inilah motivasi terbesar kami hari itu. Pos 7 merupakan tempat camp paling favorit sebelum summit, ada shelternya pula.

Setibanya di pos 7, kami disuguhkan oleh lautan awan lepas yang menggupal seperti kapas. What a beautiful sea! Angin menyapa kami seperti orang yang belum kenal, dingin, begitu dingin. Malam kami dipenuhi oleh hangatnya canda tawa dari sebuah permainan ABC 5 dasar yang dimainkan berdelapan di dalam tenda berkapasitas 4 orang. Dingin? Sangat tidak. Tenda sekecil itu justru membuat kami ber-8 merasa panas.

Dimana 6 orang lagi? Mereka asyik menikmati harumnya asap api unggun gunung di dalam Shelter bersama pendaki lain. Aku tau teman, itu sangat asyik berhangat ria dibalut asap yang menyayat hidung.

Selamat menikmati malam yang indah, cove. Oiya, di tengah malam sampai jam 5 pagi, hujan turun mengguyur pos 7. Cemas? Tentu. Rencana summit kita yang semula jam 4 pagi kami urungkan menjadi jam 6. Oh hujan:’)

Finally POS 7

Sampe di POS 7, entah kemana pemiliknya


[POS 8 – Samyang Jampang, 3092 mdpl]
Perjalanan dari pos 7 ke pos 8 merupakan perjalanan yang singkat, dekat, tapi nanjak. Kurang lebih 100 meter kita tempuh dengan jalur terbuka.

[POS 9 – Plawangan 3172 mdpl]
Plawangan. Puncak semakin dekattt. Jalur selanjutnya menuju puncak Slamet semakin menarik dan menantang. Jalur yang dilalui cukup terjal yang terdiri dari bebatuan dan kerikil yang labil. Tidak ada 1 pohon pun yang bisa menjadi pegangan karena sudah melewati batas vegetasi. Jadi kami berpegang... teguh dengan semangat masing-masing.

Batas vegetasi, selamat datang di pintu masuk menuju puncak..

Pemandangan dari POS 9 


[PUNCAK! 3428 mdpl]
And finally we reached the summit at 10 am. Pemandangannya? Gausah ditanya. Yuk di liat liat.







Alhamdulillah ber-14 bisa sampe ke puncak

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Another Online Profiles

Twitter Instagram

Rekam Jejak

"Words will tell you the story, eyes will push your brains to think, and your heart will make you believe." -A

Hai, you.

Copyright © Anggi | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com